kesehatan,artikel kesehatan,tentang kesehatan,tips kesehatan

Pages

Showing posts with label diabetes meiitus. Show all posts
Showing posts with label diabetes meiitus. Show all posts

Pankreas Buatan Untuk Pasien Diabetes

Saturday, 26 February 2011

Pengobatan diabetes mellitus telah mendapatkan kemajuan karena sekarang tersedia pankreas buatan untuk penderita diabetes. PARA ilmuwan di Cambridge, Inggris, menunjukkan pankreas buatan bisa berfungsi untuk mengatur kadar gula darah pada anak penderita diabetes tipe 1. Hasil penelitian ini merupakan sebuah langkah maju dalam penelitian penyakit diabetes.

"Ini akan menjadi langkah pertama pengobatan diabetes dalam hal penelitian dan pengembangan untuk menciptakan pankreas buatan.

Para ilmuwan mengombinasikan sensor yang mengukur kadar glukosa dengan pompa yang mengantarkan insulin sehingga mampu mengontrol kadar gula darah dalam semalam. Hal ini secara siginifikan akan mengurangi risiko hipoglikemia (gula darah terlalu rendah).

Diabetes tipe 1 terjadi ketika pankreas hanya menghasilkan sedikit insulin atau tidak sama sekali. Tanpa sirkulasi insulin di dalam darah, gula tidak akan bisa memasuki sel-sel tubuh dan akan tetap berada di dalam darah. Untuk menggantikan insulin yang tidak dihasilkan tubuh itu, penderita diabetes tipe 1 bergantung pada obat atau suntikan insulin.

Dalam riset yang dilakukan di Inggris ini, 17 anak dan remaja penderita diabetes tipe 1 ikut terlibat dalam penelitian selama 54 malam di rumah sakit.  Secara umum, alat monitoring glukosa dan pompa insulin yang dipakai dalam riset ini sudah banyak dipakai dan dijual bebas.

Namun, agar sistem monitoring kondisi pasien bisa lebih dalam lagi, para peneliti membuat sistem algoritma yang canggih untuk menghitung jumlah insulin yang disalurkan berdasarkan kadar glukosa saat ini (real time).

Para peneliti lalu mengukur kerja pankreas buatan untuk mengontrol kadar glukosa dibandingkan dengan pasien yang menggunakan pompa insulin. Secara umum pankreas buatan ini mampu menjaga gula darah dalam kadar normal sekitar 60 persen, bandingkan dengan pompa insulin yang hanya 40 persen.

Sejak akhir 1970-an para dokter telah melakukan transplantasi pankreas. Bila transplantasi ini berhasil dilakukan, banyak penderita diabetes tak perlu lagi memakai insulin atau perlu sering mengukur gula darahnya.

Namun, transplantasi tidak selalu berhasil. Selain adanya risiko yang terkait dengan setiap tindakan pembedahan, juga ada reaksi penolakan tubuh terhadap organ baru itu. Karena itu, para dokter lebih menganjurkan penggunaan obat dan perubahan gaya hidup untuk mengontrol penyakit diabetes.

Semoga, dengan keberhasilan uji coba pankreas buatan ini, terbuka harapan bagi para penderita diabetes terhindar dari bahaya akibat tingginya fluktuasi kadar gula darah.

Sumber: Sripo

Diabetes Mellitus

Thursday, 18 February 2010

Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus dm adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.

Semua gejala diabetes mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglisemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

Penyebab Diabetes Mellitus

Pembentukan diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes melitus jenis 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes melitus jenis 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes melitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Jenis 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan jenis 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin apabila obatnya tidak efektif. Diabetes melitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

Semoga bermanfaat.

Berlangganan Artikel Terbaru, Gratis !!!

Masukkan email Anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
 

Total Pageviews

Dunia Info Kesehatan