kesehatan,artikel kesehatan,tentang kesehatan,tips kesehatan

Pages

Showing posts with label antioksidan. Show all posts
Showing posts with label antioksidan. Show all posts

Tanaman Obat Herbal Jambu Biji

Friday, 1 April 2011

Jambu biji, buah ajaib yang akrab dalam kehidupan kita, punya multimanfaat bagi kesehatan. Jambu biji sangat kaya vitamin C dan beberapa jenis mineral yang mampu menangkal berbagai jenis penyakit degeneratif, serta menjaga  kebugaran tubuh. Daun dan kulit batangnya mengandung zat antibakteri, yang dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit. 

Jambu biji secara taksonomi tergolong ke dalam famili Myrtaceae, genus Psidium, spesies guajava. Karena itu, dalam bahasa Latin disebut Psidium guajava. Dalam bahasa Inggris jambu biji dikenal sebagai guava, sedangkan di Indonesia disebut juga jambu batu, jambu klutuk, atau jambu siki. 

Tanaman jambu biji termasuk tanaman perdu (tinggi dapat mencapai 10 meter) yang cepat beradaptasi dengan lingkungan dan memiliki daya regenerasi yang baik. Jambu biji dapat tumbuh di segala macam iklim dan lahan pada ketinggian antara 5-1200 meter dari permukaan laut. 

Menurut sejarahnya, jambu biji berasal dari Amerika Tengah, tepatnya Brasil. Dari sana menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Di banyak negara, jambu biji merupakan tanaman terpenting bagi penduduk aslinya. Saat ini jambu biji ditanam di seluruh dunia, terutama di negara tropis. 

Tanaman serbaguna
Pohon jambu biji merupakan tanaman perdu bercabang banyak. Bagian dari tanaman ini yang sering digunakan untuk berbagai keperluan manusia adalah kulit batang, daun, dan buahnya.
Pemanfaatan kulit batang dan daun dalam bidang kesehatan memiliki sejarah yang cukup panjang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. Daun jambu seringkali digunakan untuk pengobatan diare, gastroenteritis, dan keluhan-keluhan lain yang berhubungan dengan pencernaan.

Daun jambu kaya akan senyawa flavonoid, khususnya quercetin. Senyawa inilah yang memiliki aktivitas antibakteri dan yang berkontribusi terhadap efek antidiare. Polifenol yang ditemukan pada daun diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan.

Seperti halnya daun jambu, kulit batang tanaman ini juga memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak dari kedua bagian tanaman ini secara in vitro bersifat toksik terhadap beberapa bakteri penyebab diare, seperti Staphylococcus, Salmonella, Shigella, Bacillus, Escherichia coli, Clostridium, dan Pseudomonas.

Bagian terpenting dari tanaman jambu biji adalah buahnya. Buah jambu dapat dikonsumsi dalam bentuk segarnya atau diolah menjadi berbagai macam produk seperti selai, jeli, pasta, dodol, dan jus.


Vitamin C terbaik

Jambu biji dikatakan buah yang sangat istimewa karena memiliki kandungan zat gizinya yang tinggi, seperti vitamin C, potasium, dan besi. Selain itu, juga kaya zat nongizi, seperti serat pangan, komponen karotenoid, dan polifenol. Buah jambu biji bebas dari asam lemak jenuh dan sodium, rendah lemak dan energi, tetapi tinggi akan serat pangan. 

Kandungan vitamin C buah jambu biji sekitar 87 mg, dua kali lipat dari jeruk manis (49 mg/100 g), lima kali lipat dari orange, serta delapan kali lipat dari lemon (10,5 mg/100 g). Dibandingkan jambu air dan jambu bol, kadar vitamin C pada jambu biji jauh lebih besar, yaitu 17 kali lipat dari jambu air (5 mg/100 g) dan empat kali lipat dari jambu bol (22 mg/100 g).

Disamping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh kapiler; mencegah anemia gizi, sariawan, gusi yang bengkak dan berdarah (penyakit skorbut); serta mencegah tanggalnya gigi. Vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai infeksi. Dengan demikian, kita tidak mudah menjadi sakit, seperti flu, batuk, demam, dan lain-lain.

Vitamin C membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi nitrosamin, suatu zat pemicu kanker. Vitamin C juga berperan untuk pembentukan kolagen yang sangat bermanfaat untuk penyembuhan luka. Ketersediaan vitamin C yang cukup dalam darah dapat mendorong kerja selenium dalam menghambat sel kanker, terutama kanker paru-paru, prostat, payudara, usus besar, empedu, dan otak.

Pada intinya, jambu biji dapat dijadikan sebagi sumber utama bagi kebutuhan vitamin C tubuh. Konsumsi jambu biji seberat 90 gram setiap hari sudah mampu memenuhi kebutuhan vitamin harian orang dewasa, sehingga mampu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kandungan vitamin C pada jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada bagian kulit serta daging bagian luarnya yang lunak dan tebal. Karena itu, jambu biji sebaiknya dikonsumsi beserta kulitnya. 

Sumber potasium dan serat
Jambu biji juga mengandung potasium sekitar 14 mg/100 gram buah. Potasium berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Cara kerja potasium di dalam tubuh adalah kebalikan dengan natrium (pemicu hipertensi). Karena itu, di dalam menu harian sangat dianjurkan untuk mengonsumsi natrium dan kalium dalam rasio 1:1. Proses pengolahan makanan dengan menggunakan garam cenderung untuk menaikkan natrium jauh melebihi kalium.

Jambu biji juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber). Serat pangan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker usus besar (kanker kolon), divertikulosis, aterosklerosis, gangguan jantung, diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit batu ginjal.

Konsumsi serat pangan masyarakat Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram/orang/hari. Padahal, konsumsi serat pangan yang dianjurkan adalah 20-30 gram/orang/hari. 

Jambu biji mengandung serat pangan sekitar 5,6 gram per 100 gram daging buah. Jenis serat yang cukup banyak terkandung di dalam jambu biji adalah pektin, yang merupakan jenis serat yang bersifat larut di dalam air. Serat yang bersifat larut di dalam air memiliki peran besar dalam menurunkan kadar kolesterol, yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh, serta membantu pengeluarannya melalui proses buang air besar.

Dengan demikian, serat yang bersifat larut di dalam air berguna untuk mencegah aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah penyebab terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke). Serat sejenis itu juga berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah, sehingga sangat berperan dalam mencegah penyakit diabetes melitus.

Sumber Sriwijaya Post.

Teh Hijau Untuk Kesehatan

Saturday, 12 February 2011

Obat Herbal Teh hijau, sangat baik diminum untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit kanker, karena senyawa yang terkandung dalam teh hijau yang terdiri dari 40% polifenol, dapat melindungi diri kita terhadap kanker payudara. Zat ini juga diyakini dapat mengurangi resiko kanker lambung, paru-paru, usus besar, dubur, hati, dan pankreas.


Pengobatan herbal menggunakan teh hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan antara lain:

- Obat kuat.
- Anti tumor
- Untuk kesehatan payudara wanita.
- Pencegah kanker
- Menetralkan radikal bebas
- Jantung
- Penuaan Dini

Beberapa kandungan  teh hijau :

1) epigallocatechin-3 gallat (EGCG),

2) epigallocatechin (EGC),

3) epikatekin-3 gallat (EKG).

EGCG adalah yang paling kuat, 100 kali vitamin C dan 25 kali vitamin E. Polyphenol yang larut dalam air termasuk cluster kelompok flavonoid yang biasanya ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kopi, coklat dan anggur. Radikal bebas terbentuk secara alami dalam tubuh sendiri. Molekul ini bisa merusak sel-sel manusia. Orang menduga bahwa ini adalah salah satu penyebab molekul kanker, termasuk berbagai jenis penyakit lain seperti penyakit jantung dan penuaan dini.

Kandungan senyawa polifenol yang sangat banyak dalam teh hijau berperan sebagai pelindung terhadap kanker. Polyphenol termasuk dalam antioksidan yang sangat kuat. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menyebabkan kanker.

Fungsi biologis dalam kesehatan dari berbagai jenis, teh hijau banyak disarankan untuk dikonsumsi karena manfaatnya berlipat. Tak hanya sebagai antioksidan kuat, memerangi penyakit jantung atau mencegah peradangan.

Beberapa khasiat Teh hijau :

- Sebagai antioksidan yang menetralisir radikal bebas
- Berguna untuk Mencegah penyakit jantung & penyakit jantung
- Menurunkan kolesterol dalam darah.
- Merangsang penurunan berat badan.
- Mencegah pengembangan bakteri Helicobacter pylori penyebab sakit perut, mendukung pertumbuhan mikroflora di usus dan diare.
- Melindungi fungsi ginjal Anda dengan menekan efek peracunan uremik
- Mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.
- Menghilangkan bau mulut (deodorisasi).
- Memperlambat proses terjadinya katarak.
- Menunjukkan sifat anti-virus dan anti-mikroba.
- Mempunyai sifat "Chemoprevention" (untuk mencegah kerusakan sel melalui proses kimia).
- Melindungi kulit dari sinar ultraviolet.
- Menghambat kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh tembakau.
- Melindungi hati
- Menyediakan perlindungan terhadap pankreatitis akut.
- Menjaga esofagus sehat.
- Melindungi lapisan lambung.
- Mencegah pertumbuhan tumor prostat dan payudara
- Melindungi memori Anda
- Pembuat awet muda

Penelitian menunjukkan bahwa teh hijau memiliki daya anti-oksidan lebih besar daripada satu porsi wortel, brokoli, bayam atau strawberry. selain sebagai anti oksidan wortel sebagai obat herbal anti stroke.

Semoga kesehatan Anda dengan menggunakan obat herbal teh hijau ini semakin membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat.

Berlangganan Artikel Terbaru, Gratis !!!

Masukkan email Anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
 

Total Pageviews

Dunia Info Kesehatan