kesehatan,artikel kesehatan,tentang kesehatan,tips kesehatan

Pages

Showing posts with label diabet. Show all posts
Showing posts with label diabet. Show all posts

Coklat Atasi Diabetes Dan Kolesterol

Saturday, 2 April 2011

Coklat memiliki efek yang baik bagi kesehatan tubuh dan menurut para ahli, coklat atau bubuk coklat mengandung antioksidan yang dikenal dengan nama flavonols, dapat menurunkan kolesterol dan kadar gula penderita diabetes. Flavonols berfungsi meringankan peradangan, membuka pembuluh darah dan mencegah plek pada arteri.

flavonols juga memiliki kemampuan melindungi terhadap penyakit jantung, stroke, dan kanker. Biji coklat mengandung banyak antioksidan, yang dapat mencegah kerusakan sel tubuh yang di akibatkan oleh radika bebas. Antioksidan juga dapat ditemui pada blueberi, sayuran hijau, bayam, teh, anggur merah dan jus apel. Kandungan antioksidan biji coklat diperkirakan lima kali lipat lebih besar.

Di Italia sebuah penelitian yang dilakukan menemukan bahwa coklat yang pekat dapat menurunkan tekanan darah dan membantu mencegah diabetes mellitus type 2 dengan cara mendorong hormon untuk menyebarkan gula dari darah ke sel untuk pembakaran.

Sedangkan penelitian yang diadakan di Jerman menyimpulkan, secangkir minuman cokelat diyakini mampu memperbaiki kerja pembuluh darah pada penderita diabetes. Para ahli memberikan tiga cangkir minuman coklat yang telah diformulasi secara khusus setiap hari selama sebulan kepada diabetes. Hasilnya, pembuluh darah yang semula rusak berat, kembali berfungsi normal kembali.

Dalam studi itu, para peneliti dari University Hospital Aachen, Jerman, menggunakan cokelat yang telah diperkaya dengan flavanol. Dr Malte Kelm, yang memimpin riset mengatakan, flavanol bekerja dengan meningkatkan produksi nitric oxide, zat kimiawi di dalam tubuh yang akan membantu melenturkan dan melebarkan pembuluh darah.

”Pengidap diabetes tipe 2 tentu boleh mengonsumsi coklat untuk gaya hidup sehat mereka, tapi studi ini tidak bertujuan mendorong diabetes untuk mengonsumsi lebih banyak cokelat,” kata Kelm.

Semoga Bermanfaat.

Diabetes Melitus Tipe 1

Tuesday, 15 February 2011

Penyakit Diabetes ada 3 jenis yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2. dan diabetes tipe 3. Pada Diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 keduanya disebabkan oleh karena metabolic tubuh yang tidak seimbang, karena tingkat gula darah yang tinggi dalam sirkulasi, dan meningkatnya nutrient tercerna yang dilepaskan dari tempat-tempat penyimpanannya. Sekresi insulin yang berkurang atau menurunnya sensitivitas aksi insulin adalah alasan bagi ketidaknormalan metabolic ini.


Pada Diabetes tipe 2, tubuh tidak membuat atau memproduksi sedikit sekali insulin karena insulin-secreting islets telah rusak. Tubuh tidak mampu memenuhi kebutuhan insulin yang meningkat yang diakibatkan oleh suatu kondisi yang disebut ketahanan insulin.


Dari kedua type diabetes tersebut akibat yang ditimbulkannya dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang yang mempengaruhi pembuluh-pembuluh kecil mata, ginjal dan sistem saraf. Akibatnya akan mengalami kebutaan, gagal ginjal, luka di kaki yang tidak sembuh-sembuh sehingga menyebabkan harus di amputasi, serta gangguan disfungsi organ-organ yang lain.

Kedua tipe diabetes tersebut juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dalam jangka pendek jika kadar gula darah yang sangat tinggi dan tidak dirawat, dapat berakibat dehidrasi yang parah dan pusing-pusing, koma, dan bahkan kematian.

Diabetes mellitus tipe 1

Disebut insulin-dependent diabetes (IDDM, "Diabetes yang bergantung pada insulin"), atau diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas, menyebabkan defisiensi insulin dalam tubuh. Diabetes tipe 1 dapat diderita oleh anak-anak dan orang dewasa.

Penyakit Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Diet dan olahraga tidak dapat mencegah diabetes tipe 1. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai menderita. Di samping itu, kepekaan dan respon tubuh terhadap insulin umumnya normal pada diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.

Penyebab utama dari sebagian besar kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Autoimunitas reaksi dapat dipicu oleh infeksi di dalam tubuh.

Pengobatan Diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui monitor pengujian darah. Dasar pengobatan diabetes tipe 1, meskipun tahap-tahap awal, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Pada Diabetes Tipe 1 pengobatan dilakukan untuk jangka waktu yang lama tanpa batas waktu dan menjalani perawatan yang tepat, serta disiplin dalam pengobatan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke normal yaitu 80-120 mg / dl, 4-6 mmol / l.

Beberapa dokter menyarankan sampai 140-150 mg / dl (7-7,5 mmol / l). Efek dari gula darah yang tinggi yaitu di atas 200 mg / dl (10 mmol / l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil terlalu sering menyebabkan dehidrasi. Nilai-nilai di atas 300 mg / dl (15 mmol / l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis. Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hypoglycemia, dapat menyebabkan kejang atau episode ketidaksadaran.

Untuk Penderta diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 Ada pantas membaca E-book ini seluruhnya, dan temukan langkah-langkah sederhana untuk merangsang pankreas memproduksi insulin lebih banyak, hari demi hari ...

Belajar bagaimana menurunkan gula darah anda secara alami dan menghilangkan diabetes Anda termasuk meninggalkan segala obat-obatan dan suntikan insulin. Dapatkan disini.

Semoga artikel kesehatan tentang Diabetes Tipe 1 ini bermanfaat.

Gejala Diabetes Melitus

Monday, 14 February 2011

Diabetes Melitus atau Diabet merupakan gangguan serius pada kelenjar pankreas, adalah salah satu gangguan yang paling berbahaya, Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit kronis yang terkenal dan paling mahal biaya pengobatannya dan yang menyerang jutaan orang setiap hari. Penyakit Diabetes terdiri dari beberapa jenis diabetes, diantaranya adalah pradiabetes, Diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, Diabetes tipe 3.

Beberapa gejala awal yang biasanya dirasakan oleh penderita penyakit Diabetes adalah:

- Berat badan turun secara drastis.
- Sering kencing (polyuri).
- Sering minum (polydipsi), karena merasa haus secara terus menerus.
- sering makan (polyfagi), karena cepat lapar.
- Kaki dan tangan terasa gatal-gatal, kadang-kadang disertai dengan rasa kesemutan.

Saran terbaik yang bisa kami berikan adalah sebaiknya Anda segera memeriksa kadar gula darah, lakukan puasa pada malam hari dan lakukan pemeriksaan gula darah pada waktu Anda berpuasa dan gula darah 2 jam setelah Anda makan.

Nilai uji gula darah biasanya yang dipakai adalah Puasa 2 Jam PP
70 – 110 mg/dl > 140 mg/dl

Hasil dari uji gula darah anda berada diatas nilai diatas, diperkirakan Anda menderita Diabetes Mellitus atau kencing manis.

Gejala Diabetes Tipe 1 adalah:
Sering buang air kecil yang berlebihan, selalu merasa haus, penurunan berat badan, cepat merasa lelah, cepat marah.


Gejala Diabetes tipe 2 adalah:

Tangan atau kaki terasa mati rasa atau kesemutan,. infeksi yang tidak terkontrol Nyeri pada tungkai inflamasi, merasa haus yang berlebihan, Tubuh mengalami kelelahan.

Tes Penyakit- Diabetes

Urine Test:
Bahan kimia akan ditambahkan ke beberapa tetes air seni, jika terjadi perubahan pada warna air seni, hal ini menunjukkan bahwa adanya glukosa didalam urin.

Darah Test:
Dalam hal ini, darah diambil untuk menguji kadar glukosa. Ini adalah tes yang lebih akurat untuk mengkonfirmasi diabetes. Penyakit Diabetes menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, juga mempengaruhi jantung karena meningkatnya kadar lemak didalam darah dan meningkatkan kadar homocysteine.

Diabetes juga menyerang ginjal, karena kadar glukosa naik maka ginjal harus bekerja super ektra keras untuk mempertahankan zat penting didalam tubuh dan hal ini akan mempengaruhi pembuluh darah kecil, dan dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Diabetes juga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di mata, dan kerusakan yang terjadi pada retina mata bisa mengakibatkan terjadinya kebutaan.

Diabetes juga menyebabkan ulkus kaki berkembang dan terjadinya infeksi pada pembuluh darah dikaki karena kurang mendapat aliran darah. Diabetes menyebabkan kerusakan pada saraf dan penderita penyakit diabetes akan mengalami mati rasa, kesemutan, kepala pusing atau bahan terjadi pingsan pada pasien. Resiko Diabetes akan meningkat pada wanita hamil.

Dapatkan panduan gratis bagaimana mengatasi diabetes silahkan klik disini.

Baca juga mengatasi penyakit diabetes melitus dengan menggunakan Pare Obat Herbal Untuk Diabetes

Semoga artikel kesehatan tentang gejala diabetes ini bermanfaat untuk kesehatan Anda.

Resiko Diabetes Sebelum Puasa

Di Indonesia ada sekitar 25 juta orang dengan diabetes mellitus, sedangkan di Jakarta 1 dari 7 orang diabetes. Dan angka ini tidak termasuk orang-orang yang memiliki faktor risiko.

Diabetes adalah gangguan penggunaan glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes tidak terjadi begitu saja. Sebelum orang didiagnosis diabetes, mereka memiliki fase yang normal, kemudian meningkat menjadi akhirnya menderita dari pradiabetes dan diabetes.

"Untuk penderita diabetes, kekhawatiran sekarang adalah gula darah puasa turun di bawah normal (hipoglikemia), gula darah naik di atas normal (hiperglikemia) dan komplikasi yang muncul dapat berbahaya," kata Dr Dante Saksono H., SpPD, PhD di Mini Simposium "Tetap Sehat dan Fit Selama bulan Ramadhan 'di Aula FK-UI RSCM, 19 Agustus 2009.

Dr Dante membagi menjadi tiga kategori pasien risiko diabetes, yaitu:

Pasien risiko rendah diabetes, pasien biasanya dikontrol dengan diet oral obat-obatan, yang dikendalikan oleh sumur tunggal dan stabil dan tidak ada komplikasi parah. Biasanya kelompok-kelompok ini diizinkan untuk melakukan puasa.

Sedang pasien risiko diabetes, pasien tersebut tinggal sendirian dan menggunakan insulin dan juga memiliki kondisi medis yang terpengaruh, untuk pekerjaan fisik yang berat, dengan menggunakan satu dosis insulin, pengobatan oral atau kombinasi usia lanjut. kelompok ini dapat melakukannya dengan cepat, tetapi harus mengendalikan konsultasi dokter dan rajin.

Pasien berisiko tinggi dengan diabetes, memiliki diabetes tipe 1, menggunakan dosis insulin atau dosis terbagi, mengalami penyakit parah, sedang hamil dan mengalami komplikasi. Kelompok ini tidak harus dilakukan cepat, jika ingin cepat harus memiliki kontrol yang ketat dari dokter .

Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh penderita diabetes adalah:

Jangan memaksakan diri, Anda harus membuat rencana dengan dokter Anda sebelum puasa dan tidak mencari komplikasi berbahaya. Siasati diet yang baik, mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi atau roti saat fajar dan terbenam bila dikombinasikan dengan karbohidrat sederhana seperti tanggal mulai atau teh baru diikuti dengan karbohidrat kompleks atau sulit untuk dicerna.

Mengatur waktu dan dosis obat, ada beberapa obat yang dapat membuat hipoglikemia, sehingga harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter apa obat yang lebih baik diambil di fajar dan saat matahari terbenam. Jika hanya ada satu obat diambil pagi sehingga harus diambil sementara puasa. Untuk sekali pakai insulin yang harus digunakan ketika melanggar dan dosis mengurangi 10 persen.

Mencegah dehidrasi, gula darah tinggi dapat mempermudah seseorang terkena dehidrasi. Tapi jangan minum terlalu banyak pada waktu fajar, tapi lebih baik minum secara bertahap sejak saat istirahat sampai fajar.
Mengetahui tanda-tanda komplikasi, komplikasi yang dapat terjadi karena hipoglikemia atau hiperglikemia.

Periksa gula darah pada minggu pertama secara berkala tiga kali sehari selama jam 8, 12 dan 17, jika gula darah dikendalikan dengan baik dapat terus berpuasa. Jangan melanjutkan puasanya jika gula darah tidak dikontrol dengan baik dan melakukan konsultasi dengan dokter Anda.

Untuk pasien dengan diabetes dapat dilakukan dengan cepat, jika dilakukan secara terencana dan dimonitor dengan benar.

Sumber: | detik.com oleh: Farah Vera Bararah - detikHealth | 20/08/2009

Semoga Artikel Resiko Diabetes Sebelum Puasa ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Diabetes Anak Sulit Dideteksi

Diabetes mellitus menyerang saat ini tidak hanya orang dewasa, tetapi telah menyerang anak-anak dan remaja. Ironisnya lagi, diabetes pada anak sulit dideteksi sejak dini bahkan pada bayi.

Menurut dokter dari Spesialis Anak Rumah Sakit Gading Pluit Jakarta Luszy Arijanti, tidak ada tanda-tanda khusus bayi yang dapat membuktikan bahwa seorang anak akan menderita diabetes. "Biasanya anak akan menderita diabetes ditemukan pada usia 7 tahun dan atas, "katanya di sela-sela Seminar diabetes mellitus, di Jakarta, Selasa.

Luszy menambahkan, gejala diabetes pada anak-anak adalah mirip dengan gejala seperti diare, muntah, buang air besar sering, penurunan kesadaran (koma), dehidrasi berat, kejang dan sebagainya. Tapi bedanya, anak napas berbau asam (aseton). Hal ini membuat orang tua kadang-kadang terjebak di dalamnya. "Banyak orang tua melihat tanda-tanda seperti yang berpikir anak-anak mereka terserang diare berat. Dan dia telah mengembangkan diabetes. Dan yang tidak kalah seorang anak dengan diabetes dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma, "lanjutnya.

Untuk mengantisipasi, informasi Luszy, orang tua harus memperhatikan anak-anak mereka pada kebiasaan rumah dan perkembangan anak berat. Anak-anak yang menderita DM biasanya diindikasikan sering cepat merasa lapar dan haus, buang air kecil banyak dan berat badan tidak pernah naik. "Jika orang tua melihat gejala seperti itu, harus hati-hati dan harus segera periksa gula darah. kadar gula darah normal pada anak-anak dengan tingkat glukosa normal untuk orang dewasa yang berkisar antara 100-140 mg / dl, "katanya.

Dia menjelaskan, biasanya anak-anak menderita diabetes tipe 1. Hal ini terjadi karena kekurangan insulin karena kerusakan sel beta pankreas dalam tubuh. Jadi bahwa si anak mengalami kekurangan hormon insulin. Perhatian apakah anak-anak obesitas dapat menderita DM, dia mengatakan, tidak semua anak obesitas pasti akan menderita DM. Namun, risiko obesitas anak-anak menderita diabetes ketika ia adalah keturunan diabetes (faktor genetik) 1.

Menurut dia, diabetes pada anak-anak juga dapat menyebabkan kematian dan dapat mengganggu proses tumbuhkembangnya. -anak yang terkena DM hendaknya menjalani terapi insulin daripada minum obat. Anak-anak dengan diabetes juga perlu dijaga diet dan olahraga secara teratur. Luszy mengakui anak-anak agak sulit untuk mengelola dietnya terutama sekarang bahwa kehadiran makanan cepat saji sangat populer dengan anak-anak. Di sinilah orangtua perlu, keluarga dan guru dalam membantu anak-anak untuk menonton diet yang baik.

Sementara itu, spesialis dokter di RS Pluit Gading diabetalogi, Benny Santosa mengatakan DM juga bisa menyerang wanita hamil. Biasanya ini hanya diketahui pada saat memasuki usia kehamilan bulan keempat. "Tapi itu bukan langka, terjadi hanya selama kehamilan sendirian. Setelah melahirkan, mereka telah sembuh dari diabetes, "katanya.

Benny mengingatkan, wanita hamil yang telah divonis diabetes harus mampu mengelola diet Anda dengan baik. "Bahkan setelah kelahiran mereka dinyatakan sembuh, tapi makanan harus dijaga. Karena jika tidak, dalam 10 tahun mendatang, dan mereka akan menderita diabetes, "katanya.

Oleh karena itu, ia mengajurkan untuk wanita hamil yang menderita diabetes selama kehamilan handaknya terapi insulin dan olah raga teratur. Menurut dia, terapi insulin ini tidak mengganggu perkembangan bayi dalam rahim. "Akadar Menurunkan gula darah 40 mg / dl pada wanita hamil wanita pada usia sembilan bulan kehamilan atau dua minggu sebelum kelahiran, tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi bayi itu, "kata Benny.

Sumber: Media Indonesia

Semoga Artikel Diabetes Anak Sulit Dideteksi ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Gen Penyebab Ginjal Kronis Pada Penderita Diabetes

Baru-baru ini, Wake Forest University Baptist Medical Center dan University of Heilderberg telah menemukan adanya gen yang berkontribusi terhadap terjadinya penyakit ginjal kronis (PGK) pada pasien dengan diabetes melitus. Seperti telah diketahui diabetes penyebab terbesar dari penyakit ginjal kronis.

Salah satu pemrakarsa dr.Fredman mengatakan bahwa ini telah 20 tahun dilakukan untuk mencari gen yang memainkan peran dalam nephropati diabetes.

Gen ini bernama carnosinase 1 terletak pada kromosom 8. carnosinase gen ini menghasilkan enzim yang disebut carnosinase; carnosinase mengandung 5 leucine/5leucine dan disebut Manheim CNDP1. Carnosinase hancur dan menginaktifkan efek protektif dari carnosine. Carnosine adalah enzim yang beraksi untuk memiliki efek pada jaringan pelindung kerusakan ginjal dan sebagai penghancur radikal bebas.

Sebuah studi dari 242 orang kulit putih Eropa menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar rendah carnosinase lebih baik dilindungi terhadap kejadian nephropati diabetes.

Berdasarkan hal tersebut di atas, potensi terapi baru dan spidol untuk nephropati diabetes saat ini mungkin. Carnosinase inhibitor saat ini sedang diuji di Jerman. Saat ini dievaluasi apakah ketentuan tersebut harus carnosine atau carnosinase inhibitor yang akan melindungi perkembangan nephropati diabetes.

Silahkan Anda baca juga Diabetes Penyebab Gagal Ginjal.

Sumber: Kalbefarma | 26-Jan-2007 | Oleh: DHS Medical

Semoga Artikel Gen Penyebab Ginjal Kronis Pada Penderita Diabetes ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Diabetes Etnis

Beberapa kelompok etnis dan status sosial ekonomi perempuan dengan risiko rendah memiliki diabetes atau diabetes selama kehamilan. Sebanyak 30% perempuan yang mengalami Diabetes Kehamilan, dan akan memiliki diabetes tipe 2 di tahun-tahun berikutnya 7-10.

"Pada beberapa kelompok, ia bahkan meningkat sebesar 50% dalam lima tahun terakhir," Dr Van der Ploeg dan tim memeriksa data dari sekitar 950.000 kelahiran di New South Wales antara tahun 1995-2005.

Selama periode ini, diabetes kehamilan umumnya meningkat dari 3% menjadi 4,4% atau meningkat sekitar 45%. Perempuan yang lahir di Asia Selatan cenderung empat kali lebih berisiko terkena diabetes kehamilan daripada wanita yang lahir di Australia. Peningkatan usia juga merupakan salah satu faktor risiko yang penting. Dibandingkan dengan perempuan di usia 20, wanita berusia lebih dari 40 tahun dari enam kali lipat memiliki risiko kehamilan dengan diabetes.

Wanita yang menderita diabetes selama hamil akan menghadapi risiko lebih besar untuk diabetes tipe 2, etnis dan faktor status sosial ekonomi tampaknya menjadi salah satu pengaruh resiko diabetes kehamilan. Demikian para peneliti menyimpulkan.

Semoga Artikel Diabetes Etnis ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Diabetes Pada Kehamilan Dan Protein

Protein dalam pankreas dapat berdampak pada mekanisme untuk diabetes kehamilan atau yang biasa dikenal sebagai diabetes pada wanita hamil, menurut para peneliti AS mengatakan Sabtu. Para peneliti di Universitas Stanford menemukan protein, yang Merrin yang dapat bertindak sebagai rem bagi pankreas untuk mengontrol produksi sel-sel yang dibutuhkan untuk memproduksi insulin yang membantu tubuh mengubah gula menjadi energi.

Sebagai percobaan adalah Tikus Hamil dengan cara rekayasa genetika untuk menghasilkan Merrin dibuat terlalu banyak yang ia tidak bisa membuat sel yang menghasilkan insulin dan dikondisikan sebagai penderita diabetes selama kehamilan. Kami merasa hasil penelitian kami telah membuka sejumlah kemungkinan termasuk kemungkinan untuk mengetahui bagaimana diabetes tipe 3 atau diabetes selama kehamilan dan diabetes tipe 2 adalah diabetes yang terjadi pada masa dewasa mungkin terjadi, "kata Kim Dr.Seung profesor Departemen Pengembangan Biologi di Universitas Stanford yang menulis bahwa penelitiannya dalam jurnal Science.

Gestational diabetes atau diabetes yang terjadi pada wanita dengan diabetes yang tidak namun pada saat dia hamil tubuh tidak dapat membuat dan menggunakan insulin yang dibutuhkan sehingga kelebihan gula dalam tubuh.

Di Amerika Serikat terdapat 135.000 kasus wanita hamil dengan diabetes yang dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat, dan diabetes dapat mengurangi anak itu dikandung.

Peneliti lain, para peneliti telah menemukan bahwa hormon prolaktin, ditemukan selama kehamilan, memicu produksi insulin atau sel-sel yang memproduksi insulin selama kehamilan. Mekanisme yang ada di balik proses ini masih belum jelas, namun Kim dan rekan-rekannya berpendapat Merrin memainkan peranan penting. Protein Merrin sendiri telah menunjukkan perannya dalam mencegah kanker pada kelenjar pankreas dengan memblokir pertumbuhan sel.

Pada saat Kim dan rekan tim riset memberikan prolaktin kepada tikus hamil, tingkat penurunan Merrin dan pankreas dalam meningkatkan ukuran, kondisi yang sama seperti kondisi kehamilan. Kim dan rekan rekan berpendapat menurunkan tingkat prolaktin selama kehamilan jumlah Merrin, sehingga tubuh terkondisi untuk memproduksi sel-sel yang memproduksi insulin untuk mendukung pertumbuhan janin.

"Kami menyimpulkan bahwa kondisi untuk terjadinya diabetes kehamilan yang terjadi dimana ketidakmampuan sel untuk memproduksi insulin sebagai respons terhadap sinyal-sinyal pertumbuhan seperti prolaktin," komentar Kim.

Dia mengatakan bahwa temuan ini harus diuji lebih lanjut, tetapi jika terbukti benar itu akan membuka jalan bagi tes baru untuk memprediksi kemungkinan seorang perempuan diabetes selama kehamilan.

Hal ini juga akan membuka jalan untuk merangsang sel-sel yang memproduksi insulin pada penderita diabetes melitus yang tidak memiliki jumlah sel yang memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga menghasilkan sel-sel tubuh kebutuhan, sehingga dinyatakan Kim.

Source: Media-indonesia
Semoga Artikel Diabetes Pada Kehamilan Dan Protein ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Diabetes Akibatkan Cuci Darah

Kadar gula darah pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu kondisi yang buruk dan mahal adalah karena Diabetes penyebab gagal ginjal dipaksa untuk cuci darah.

"Pasien dialisis Kebanyakan ini biasanya orang dengan diabetes dan darah tinggi diikuti," kata Dante Saksono Harbuwono, spesialis penyakit Metabolik dan Endokrin Divisi, Universitas Indonesia, di arena pidato diabetes pada Expo Kesehatan Wanita, Jumat (5 / 2 / 2010) .

Hanya untuk menggambarkan, dalam studi Amerika, 100 persen pasien, sekitar 43 persen dari mereka adalah orang-orang dengan diabetes, 28 persen orang dengan tekanan darah tinggi, dan sisanya untuk penyakit lainnya.

Penyakit kronis

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi. tinggi kadar gula darah disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan hormon insulin atau menggunakan produksi insulin tidak efektif. gula darah akan naik sebagai makanan, stres, penyakit, dan obat tertentu.

Ketika gula darah tidak dikontrol, komplikasi dapat terjadi, komplikasi yang berhubungan dengan perubahan metabolisme. Pada ginjal, misalnya, gangguan atau perubahan dalam sirkulasi dan fungsi filtrasi.

Di ginjal ada jutaan pembuluh darah kecil yang bertindak sebagai filter untuk menghilangkan produk sampah dari darah, kadar gula darah tinggi untuk membuat penyaring ginjal terlalu banyak darah.

Setelah beberapa tahun, sebuah sistem filter sehingga protein akan selalu bocor keluar dalam urin. ginjal Pekerjaan menyebabkan ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring darah, menyebabkan gagal ginjal, kontrol gula darah dan tekanan darah akan mengurangi kemungkinan kerusakan ginjal .

"Tekanan darah juga harus tetap tinggi bukan karena efek pada fungsi bergabung juga," katanya Bagaimana untuk menjaga kadar gula darah dan tekanan darah, antara lain, dengan diet yang tepat, olahraga teratur, dan konsumsi obat-obatan jika perlu.

Komplikasi lainnya adalah gangguan jantung. Kira-kira 75-80 persen kematian pada diabetes karena gagal jantung dan pembuluh darah, hal ini karena kejadian deposito lemak dalam pembuluh darah sehingga aliran darah tertunda, jika itu terjadi di dalam hati pembuluh darah, dapat menyebabkan serangan jantung. Selain itu, komplikasi juga dapat terjadi pada pembuluh darah lainnya di mata (kebutaan), kemaluan, kaki, dan otak.

Pemicu diabetes mellitus, antara lain, adalah kurangnya gerak, overeating, kehamilan, dan kurangnya produksi insulin. Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga berbagai komplikasi dapat dicegah.

Masalah diabetes tipe 2 lebih serius. Jumlah penderita terus bertambah, di Jakarta, misalnya, tahun 1980, prevalensi diabetes dari 2,8 persen dan pada tahun 2005 menjadi 12,1 persen.

Salah satu kendala adalah menangani pasien diabetes tidak mencari informasi yang benar dan mencoba untuk memperlakukan diri mereka sendiri, penderita, misalnya, menganggap, konsumsi-pahit, pahit seperti brotowali, pare, atau buah mengkudu, akan melawan diabetes.

Sering kali setelah mengkonsumsi bahan dan tidak melakukan kontrol lebih orang dengan penyakit ini. Masalah lain adalah bahwa orang dengan kepatuhan rendah. Karena tidak ada gejala, maka pola hidup buruk tetap digunakan.

Kompas.com Sumber: 6 Februari 2010

Semoga Artikel Diabetes Akibatkan Cuci Darah s ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Menyusui Mengurangi Resiko Diabetes

Banyak penelitian tentang diabetes telah menunjukkan bahwa menyusui bayi dapat mengurangi risiko berbagai penyakit. Menyusui bayi tidak hanya baik untuk kesehatan dan kecukupan gizi bayi, tetapi juga dapat mengurangi risiko ibu terkena diabetes.

Sebuah studi baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Diabetes menyebutkan, menyusui selama sebulan dapat mengurangi risiko pradiabetes setengah. pradiabetes adalah suatu kondisi yang dapat memicu diabetes.

Penelitian, yang berlangsung selama 20 tahun ditemukan, para ibu yang menyusui memiliki kadar glukosa dan lemak darah yang lebih sehat daripada mereka yang menyusui bayi dengan botol.

Dalam studi ini, para peneliti melibatkan 704 wanita yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya. Para peneliti melihat perkembangan sindorm metabolik (kondisi pradiabetes) selama 20 tahun setelah kelahiran mereka.

Penelitian menunjukkan, menyusui dapat mengurangi risiko diabetes antara 39 dan 56 persen tergantung pada panjang menyususi. Wanita yang mengalami diabetes kehamilan atau Diabetes gestasional (glukosa darah tinggi telah selama kehamilan), bahkan menerima perlindungan yang lebih besar di era berikutnya, dengan penurunan risiko diabetes antara 44 dan 86 persen.

Semoga Artikel Menyusui Mengurangi Resiko Diabetes ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Diabetes Pada Anak - Anak

Sekitar 650.000 anak-anak Indonesia telah diabetes mellitus tipe 2, karena gaya hidup tidak sehat dan seimbang memicu meningkatnya jumlah diabetes melitus di Indonesia.

Departemen Kesehatan mencatat sedikitnya 13 juta orang Indonesia memiliki diabetes mellitus, 5% dari mereka atau sekitar 650.000 orang anak-anak, yang umumnya menderita diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan resistensi insulin.

Saat ini, diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering ditemukan. Jika jenis pertama 2 diabetes terkait dengan usia tua, dapat menyerang sejak usia anak-anak, remaja, dan usia dewasa. hari Anak-anak banyak makanan tidak sehat dan kurangnya bergerak diabetes tipe 2.

Orang tua harus memperhatikan kebiasaan makan mereka dan aktivitas fisik anak-anak mereka di rumah. Di samping itu, orangtua juga perlu mengawasi perkembangan berat badan anak. Anak-anak yang menderita Diabetes biasanya diindikasikan sering lebih cepat lapar dan haus, banyak kencing, dan berat badannya tidak pernah naik.

Jika Anda melihat gejala ini harus berhati-hati. Cobalah untuk mendorong anak-anak untuk memeriksa kadar gula darah mereka. tingkat gula darah normal pada anak-anak dengan tingkat glukosa normal untuk orang dewasa, yang berkisar antara 100-140 mg / dl.

Peningkatan jumlah orang dengan Diabetes cukup tinggi, secara nasional, penderita rata-rata naik 5,7 persen namun, di beberapa kota besar seperti Jakarta, peningkatan jumlah penderita bisa mencapai 12 persen per tahun, kondisi ini memprihatinkan karena jumlah kematian akibat diabetes tinggi, di seluruh dunia, rata-rata enam orang meninggal setiap menit akibat komplikasi diabetes.

Penderita Diabetes rentan terhadap osteoporosis, tingginya kadar gula dalam darah merangsang hormon yang mengurangi tingkat kepadatan tulang, kalau tidak diobati, orang dengan Diabetes, osteoporosis akhirnya akan mudah patah

Semoga Artikel Diabetes Pada Anak - Anak ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Diabetes Gestasional Membahayakan Kesehatan Janin

Diabetes Mellitus gestasional (GDM) melibatkan sebuah kombinasi kemampuan dan pengeluaran reaksi hormonal yang tidak cukup insulin, meniru diabetes tipe 2 pada pengakuan beberapa. Terjadi selama kehamilan dan dapat disembuhkan setelah melahirkan. GDM dapat membahayakan janin atau kesehatan ibu , dan sekitar 20-50% wanita dengan GDM bertahan hidup.

GDM terjadi pada sekitar 2-5% dari seluruh kehamilan. GDM bersifat sementara di alam dan sepenuhnya mampu mengobati tetapi, tidak diobati, dapat menyebabkan masalah dengan kehamilan, termasuk macrosomia (kelahiran yang tinggi menimbang), janin telah cacat dan penyakit jantung sejak lahir . Pasien yang memerlukan pengawasan medis selama kehamilan.

Risiko Fetal / neonatal yang berkaitan dengan GDM meliputi keganjilan sejak lahir seperti berhubungan dengan jantung, sistem saraf pusat, dan sebagai bentuk kelainan otot. insulin hal-hal yang baik dapat menghalangi sindrom gawat janin, dan menyebabkan produksi surfaktan hal tentang pernapasan janin.

Hiperbilirubinemia dapat hasil dari penghancuran sel darah merah. Dalam kasus, gangguan perinatal kematian dapat terjadi, paling umum sebagai hasil kelimpahan placental yang lemah. Pelantikan mungkin ditandai dengan fungsi plasenta berkurang. sesar mungkin berbahaya jika janin atau peningkatan risiko luka-luka macrosomia terkait dengan distosia bahu.

Semoga Diabetes Gestasional Membahayakan Kesehatan Janin ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Resiko Diabetes Pada Kehamilan

Resiko Diabetes pada kehamilan dibedakan dua kategori, yaitu wanita yang menderita diabetes sebelum kehamilan dan diabetes yang disebabkan oleh kehamilan (gestational diabetes). Ketika hamil, gula darah cenderung meningkat, tapi umumnya akan kembali normal setelah melahirkan.

Sebuah studi oleh peneliti dari Amerika Serikat dan Israel menyimpulkan bahwa wanita dengan diabetes gestasional berisiko lebih tinggi terkena kanker pankreas. Hal ini diyakini berkaitan dengan pelepasan hormon tertentu dan meningkatkan berat badan selama kehamilan. Insulin sebagai pengatur kadar gula darah juga diproduksi di pankreas.

Dalam studi tersebut, tim peneliti menganalisis catatan kesehatan dari 40.000 wanita yang melahirkan pada periode 1964-1976 di Yerusalem, Israel. Hasilnya, dari 410 wanita yang terdiagnosis diabetes gestasional, lima di antaranya menderita kanker pankreas.

Kepala School of Medicine, peneliti dari Universitas New York, Mary Perrin, mengatakan, temuan ini masih perlu dikembangkan lagi di masa depan. Namun, satu hal yang pasti, diabetes gestasional terus meningkat sebagai epidemi obesitas alias kegemukan meningkat .

"Yang penting untuk disadari adalah bahwa diabetes gestasional bisa menjadi pertanda risiko dan masalah kesehatan lainnya seperti kanker pankreas," katanya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, minggu ini meluncurkan studi terbaru melaporkan bahwa wanita hamil yang menderita diabetes sebelum kehamilan (gestational diabetes-pra) resiko 3-4 kali lebih tinggi untuk bayi yang lahir dengan gangguan atau cacat .

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Obstetri dan Ginekologi adalah studi tentang data kesehatan dari 13.000 kasus cacat lahir di 10 negara bagian Amerika Serikat pada periode 1997-2003. Dengan perbandingan kelahiran 5000 data yang sehat yang dipilih secara acak.

Hasilnya, sebanyak 93 persen dari cacat lahir tidak berhubungan dengan diabetes. Namun, sekitar 2 persen dari bayi yang lahir dengan cacat berasal dari perempuan yang menderita diabetes sebelum kehamilan. Kasus dengan 5 persen bayi yang lahir dengan lebih dari satu cacat. Sementara pada kelahiran sehat, persentase hamil dengan diabetes jauh lebih rendah.

Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis lebih dari 40 jenis cacat pada bayi baru lahir, seperti kelainan bentuk jantung, tulang belakang, ginjal, masalah pencernaan.

"Diabetes tidak pernah sembarangan, termasuk dalam hubungannya dengan cacat lahir," kata kepala tim peneliti, Dr Adolfo Correa.

Saat ini, kasus kelahiran cacat dialami sekitar 1 dari 33 kelahiran di Amerika Serikat, dengan tingkat kematian sekitar 20 persen. Sayangnya, penyebabnya adalah jelas belum diketahui. Namun, faktor risiko seperti obesitas, konsumsi alkohol, merokok, dan infeksi menunjukkan menjadi pemicu.

Salah satu komplikasi yang terjadi pada bayi yang lahir adalah berat 4 kg di atas, seperti yang terjadi dalam kasus bayi yang lahir di Sumatra, beberapa waktu lalu memiiki berat 8,7 kg, juga lahir dari seorang ibu yang diperkirakan sebagai diabetes.

Baca juga diabetes kehamilan membahayakan kesehatan janin.

Semoga Resiko Kehamilan Pada Penderita Diabetes ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Hubungan Diabetes Dengan Insulin

Sampai sekarang tidak diketahui, pengobatan untuk diabetes dilakukan dengan memberikan insulin untuk mengatur kadar gula darah dalam kisaran normal. Namun, diyakini tidak memberikan insulin cukup untuk menyembuhkan diabetes. Demikian diungkapkan Ketua Divisi Metabolik dan Endokrin, Departemen of Internal Medicine FK UI, Prof. Sidartawan Soegondo di Jakarta, awal pekan ini.

Itu kata Sidarta, insulin-glukosa tugas hanya untuk masuk ke dalam sel. Selain menghasilkan insulin, tubuh juga memproduksi glukagon. hormon ini memiliki karakter berlawanan insulin. Yaitu, ketika tubuh memproduksi hormon insulin penderita diabetes terbatas kemudian hal berbalik di mana produksi hormon glukagon yang meningkatkan kadar glukosa darah berkontribusi untuk meningkatkan.

Dalam orang normal atau tidak diabetes, insulin berfungsi meningkatkan pengambilan glukosa selular, sehingga penurunan kadar glukosa plasma. Sementara itu, glukagon bekerja meningkatkan kadar glukosa plasma dengan meningkatkan produksi glukosa hati (produksi glukosa hepatik - HGP) dan glukoneogenesis. Peningkatan konsentrasi glukosa plasma akan memberikan sinyal untuk sekresi insulin dan sekresi glukagon, yang membentuk keseimbangan glukosa normal.

Tidak hanya itu, dalam tubuh ada juga hormon yang memainkan peran dalam inkretin mengatur kadar gula darah. Hormon-hormon ini terdiri dari GLP-1 (glukagon-like peptide-1) dan GIP (polipeptida insulinotropic glukosa-bergantung). Dua inti dari hormon ini bekerja untuk mengatur kendali glukosa darah dan memperbaiki fungsi keseimbangan antara glukagon dan insulin.

"Pada diabetes tipe 2, ada kekurangan sehingga inkretin glukagon dan keseimbangan insulin terganggu. Inkretin disamakan dengan kekurangan kunci (insulin) untuk membuka pintu (Glukagon) untuk glukosa ke dalam sel tidak cocok. Ini bahkan lebih rumit , "katanya. Apakah atau tidak dilengkapi tombol tersebut, ia menambahkan, karena hambatan DPP-4 (Dipeptidly peptidase-4), sejenis protein yang melanggar sistem dan sel alfa beta di pankreas.

Selain itu, katanya, terganggu keseimbangan insulin dan glukagon meningkatkan lipolisis dalam tubuh. Lipolisis adalah bentuk larutan lemak. Sekresi yang menyebabkan peningkatan kadar asam lemak dalam darah. Jika liposis efek dari kekurangan insulin disertai dengan berat dapat menyebabkan ketosis.

Ketosis adalah hasil metabolisme asam lemak yang tidak lengkap. Fragmen tubuh membentuk asam lemak menjadi zat yang disebut keton. Keton beracun bagi tubuh dan sistem tubuh melalui urin. "Hal ini dapat berbahaya untuk ginjal karena dapat menyebabkan gagal ginjal," katanya.

Sidarta kemudian menggarisbawahi tidak hanya terbatas pada diabetes diobati dengan terapi insulin saja. Tetapi juga diikuti dengan terapi lainnya yang berfungsi untuk menyeimbangkan hormon yang terkait dengan diabetes. "Tentu saja PR bagi kita, ada banyak yang harus dipelajari lagi," katanya.

pengobatan komprehensif dari pola makanan diibaratkanya ditetapkan. Seperti diketahui, bagi penderita diabetes harus memperhatikan tiga hal yaitu kolesterol, tekanan darah dan tingkat gula, karena saling terkait satu sama lain.

Dia mencontohkan, untuk menjaga tingkat gula darah sehingga penderita diabetes harus mengurangi konsumsi makanan yang rasanya manis, maka bagian ini dianggap terlalu asin untuk mengontrol tekanan darah. Sementara itu, menghindari makanan berminyak harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah tingginya tingkat kolesterol dalam darah. "Jika hanya untuk menghindari manis, maka mengapa" katanya.

Menurut dia, daripada mengurangi diet diabetes namun diatur dengan tingkat asupan makanan konten seimbang. "Setidaknya itu lebih baik karena masih memiliki ukuran yang jelas. Hal lain yang menurut saya berbahaya karena tidak memiliki dosis adalah merokok," kata dia. (Cr2/rin)

Sumber: Republika Online

Diabetes Melitus Tipe 3

Ilmu kedokteran sekarang sedang mengamati sebuah jenis diabetes baru yang disebut dengan diabetes tipe 3,. Diabetes tipe 3 adalah gabungan dari diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, orang yang mengidap diabetes tipe 1 perlahan - lahan bisa terkena diabetes tipe 2 atau sebaliknya.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika pankreas tidak dapat memperoduksi insulin dalam jumlah cukup untuk mengontrol kadar gula dalam darah, sedangkan pada diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak lagi merespon insulin dalam tubuh, sehingga sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin.

Kedua jenis insulin tersebut penderita bisa mengalami kelebihan gula dalam aliran darahnya sehingga berisiko menyebabkan penyakit jantung, kebutaan, amputasi bahkan kematian.

Jika Anda pengidap diabetes tipe 2 dan dokter telah menyuruh untuk mengonsumi obat diabetes, maka obat tersebut akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin karena sel tubuh tidak merespon insulin yang dihasilkan tubuh. Pada kondisi tersebut, pankreas akan bekerja lebih berat secara berkelanjutan untuk memproduksi insulin yang dapat diterima sel tubuh, sehingga akhirnya pankreas dapat rusak karena memproduksi lebih banyak insulin untuk asupan karbohidrat dan gula yang dikonsumsi.

Jika pada akhirnya, pankreas berhenti bekerja karena beban terlalu berat maka akhirnya penderita diabetes tipe 2 dapat juga terkena diabetes tipe 1, kondisi yang seperti inilah yang kemudian disebut dengan diabetes tipe 3.

Bagaimana pengidap diabetes tipe 1 bisa mengalami diabetes tipe 2? Jika penderita diabetes tipe 1, biasanya akan mengkonsumsi suplemen insulin yang mencukupi kebutuhan sehari-hari, jika konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi terus dilakukan, maka pengidap diabetes tipe 1 akan membutuhkan lebih banyak insulin setiap harinya, sebab tubuh tidak lagi merespon jumlah insulin yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagaimana jumlah awal konsumsi.

Dalam jangka panjang sel tubuh akan menjadi resisten terhadap insulin yang otomatis membuat pengidap diabetes tipe 1 sekaligus diabetes tipe 2, yang artinya sama dengan diabetes tipe 3.

Semoga tentang diabetes tipe 3 ini bermanfaat.

Diabetes melitus Tipe 2

Penderita penyakit Diabetes tipe 2 sering tak mengetahui datangnya penyakit ini karena tidak ada gejalanya. Disebut juga diabetes mellitus non-insulin-dependent (NIDDM, "Diabetes tidak tergantung pada insulin"), terjadi karena kombinasi dari sekresi insulin rusak dan resistensi insulin atau insulin mengurangi sensitivitas, yang melibatkan reseptor insulin di membran sel.

Pada tahap awal abnormalitas utama adalah mengurangi sensitivitas insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat selesai dalam berbagai cara dan obat-obatan anti-diabetes yang meningkatkan sensitivitas insulin atau mengurangi produksi glukosa oleh hati, tetapi semakin parah penyakit, sekresi insulin berkurang, dan pengobatan dengan insulin sering menjadi perlu.

Ada beberapa teori penyebab pasti dan mekanisme resistensi ini, namun obesitas sentral (lemak terkonsentrasi di sekitar pinggang dalam kaitannya dengan perut organ tubuh, tidak tampak, lemak subkutan) untuk mempengaruhi individu untuk resistensi insulin, mungkin terdapat hubungan dengan pengeluaran adipokines (kelompok hormon), merusak toleransi glukosa. lemak perut terutama aktif hormon. Obesitas ditemukan pada sekitar 90% dari pasien yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2.

Faktor lain mungkin termasuk faktor keturunan menjadi penyebab terjadinya penyakit Diabetes mellitus.

Diabetes tipe 2 dan diabetes tipe 1, diatasi dengan cara melakukan perubahan gaya hidup, melakukan diet sehat untuk mengurangi asupan karbohidrat.

Semoga artikel kesehatan tentang diabetes melitus tipe 2 ini bermanfaat.

Diabetes Penyebab Gagal Ginjal

Akibat dari penyakit Diabetes adalah sebagai penyebab utama terjadinya Gagal Ginjal, seseorang mengalami gagal ginjal kronis yang membutuhkan pelayanan hemodialisa (cuci darah) adalah akibat penyakit diabetes dan darah tinggi.

Penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), yang akhirnya juga menjadi penyebab kematian terbesar bagi orang-orang dengan gagal ginjal.

Sebenarnya gagal ginjal dapat dicegah jika terdeteksi secara dini melalui tes darah dan urine, dan mayoritas mereka di negara-negara berkembang yang berada pada tahap awal penyakit ini biasanya tidak tahu jika telah menderita gagal ginjal.

"Untuk deteksi dini dari ketidakberesan ginjal menjadi sangat penting dan memungkinkan pengobatan yang sesuai sebelum terjadi kerusakan ginjal atau terjadi sebagai komplikasi lain perparahan nyata.

Periksa dokter, karena melalui laboratorium dengan sedikit darah dan sampel urin dapat diketahui apakah fungsi ginjal masih normal atau sudah terganggu, sehingga dapat dilakukan pengobatan sedini mungkin. Gejala awal gagal ginjal dapat dilihat sebagai gangguan rasa sakit pada buang air kecil, berdarah, keluar batu, nyeri pinggang, pucat dan mudah lelah

Semoga bermanfaat

Mengenal PraDiabetes

Apakah yang dimaksud dengan PraDiabetes?

Penderita pradiabetes kebanyakan tidak merasakan adanya gejala diabetes didalam tubuh mereka. Pengidap Pradiabetes adalah dimana seseorang yang mempunyai kadar gula darah diatas normal akan tetapi hal tersebut tidak dapat didiagnosa sebagai diabetes.

Tahap awal pradiabetes akan terjadi kerusakan di organ tubuh, terutama jantung dan sistem peredaran darah. Baca Diabetes Penyebab Gagal Ginjal

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa jika kadar gula darah dapat dikontrol selama pradiabetes, maka resiko terjangkitnya Diabetes tipe 2 dapat dicegah, jika Anda berusia sekitar 45 tahun dan Anda memiliki badan yang gemuk atau berat badan yang lebih, sebaiknya melakukan pemeriksaan gula darah untuk mendeteksi gejala awal pradiabetes.

Pemeriksan terhadap penyakit pradiabetes dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Gula Darah Puasa dan Tes Toleransi Glukosa Oral. Sebelum melakukan Pemeriksaan Gula Darah Puasa, Anda harus berpuasa pada malam hari sebelum pemeriksaan keesokan harinya. Pemeriksaan GDP adalah gula darah diukur pada pagi harinya sebelum makan, sedangkan pemeriksaan TTGO gula darah diukur setelah puasa dan kemudian dua jam setelah mengonsumsi minuman tinggi gula.

Setelah pemeriksaan tersebut, kadar gula darah diperiksa untuk melihat apakah seseorang memiliki metabolisme normal, pradiabetes, atau diabetes. Jika kadar GDP abnormal maka disebut sebagai gula darah puasa terganggu. Sedangkan jika hasil TTGO abnormal maka disebut sebagai toleransi glukosa terganggu. Seseorang disebut sebagai pradiabetes jika kadar GDP mencapai 100 mg/dl s/d kurang lebih 126

Semoga bermanfaat.

Diabetes Gestasional

Saturday, 12 February 2011

Diabetes gestasional adalah diabetes yang berkembang pada beberapa wanita selama kehamilan, Diabetes gestasional terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengkontrol gula darah wanita hamil tersebut, pada tingkat yang aman bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Berdasarkan pemeriksaan darah yang menunjukkan wanita hamil tersebut mempunyai kadar gula yang tinggi dalam darahnya yang sebelumnya ia tidak pernah menderita diabetes sebelum kehamilannya.

Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes lainnya dimana gejala penyakit ini akan menghilang setelah bayi lahir. Tipe diabetes yang umum dijumpai adalah diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes tipe 3, yang akan berlanjut terus sepanjang hidup orang tersebut.

Banyak wanita dengan diabetes gestasional mampu mengkontrol kadar gula darahnya dalam batas yang aman dengan makan makanan yang seimbang dan melakukan latihan fisik yang teratur, jika diet dan latihan masih tidak dapat mengkontrol kadar gula darah dalam suatu batas yang aman, insulin mungkin dibutuhkan.

Wanita yang beresiko tinggi menderita diabetes gestasional perlu segera diperiksa untuk mencegah kerugian yang ditimbulkan pada awal kehamilannya. Kebanyakan wanita dengan penyakit ini, dimana kadar gula darahnya dalam batas yang aman dapat melahirkan bayinya tanpa mengalami komplikasi. Jika kadar gula darah tidak dapat dikontrol pada batas yang aman selama kehamilan, maka dapat terjadi komplikasi-komplikasi yang mempengaruhi si ibu dan janinnya.

Diabetes gestasional akan menghilang segera setelah bayi dilahirkan dan wanita yang menderita diabetes gestasional mempunyai resiko tinggi untuk mengalami diabetes gestasional lagi pada kehamilan berikutnya, dan sekitar 17 % - 63 % dari mereka akan mengalami perubahan dan berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam waktu 5 hingga 16 tahun.


Semoga Diabetes Gestasional ini bermanfaat untuk Kesehatan Anda.

Artikel Diabetes Melitus

Friday, 15 February 2008

Berlangganan Artikel Terbaru, Gratis !!!

Masukkan email Anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
 

Total Pageviews

Dunia Info Kesehatan